SEJARAH PERADABAN DI KETINGGIAN 1850 MDPL

 Sejarah Dusun Wanakriya: 

  1. Pendahuluan

    • Lokasi dan keunikan Dusun Wanakriya
    • Gambaran singkat tentang sejarah dan letak geografis
  2. Asal Usul dan Perkembangan Dusun Wanakriya

    • Kondisi awal sebagai hutan belantara
    • Kedatangan pengelana dari Brangwetan (Jogjakarta)
    • Awal mula pembukaan lahan dan pembangunan peradaban
    • Pemilihan nama "Wanakriya"
  3. Silsilah Kepemimpinan Dusun Wanakriya

    • Pemimpin pertama: Mbah Dul Rahman
    • Perjalanan kepemimpinan dari masa ke masa
  4. Letak Geografis dan Perbatasan

    • Posisi strategis Dusun Wanakriya di Desa Kembaran
    • Batas wilayah dengan dusun dan desa lain
  5. Penutup

    • Warisan sejarah dan pentingnya mengenang masa lalu
    • Harapan untuk masa depan Dusun Wanakriya

Pendahuluan

Dusun Wanakriya adalah salah satu dusun terpencil yang terletak di Desa Kembaran dengan ketinggian 1850 meter di atas permukaan laut (MDPL). Dusun ini merupakan wilayah terjauh dari pusat kelurahan, yang menawarkan keindahan alam sekaligus tantangan aksesibilitas. Berbatasan langsung dengan Kelurahan Bowongso di utara dan Desa Tegalombo di selatan, Dusun Wanakriya menjadi saksi bisu perjalanan peradaban manusia yang dimulai sejak abad ke-19.

Asal Usul dan Perkembangan Dusun Wanakriya

Sejarah Dusun Wanakriya dimulai pada abad ke-19, ketika kawasan ini masih berupa hutan belantara yang lebat. Pada sekitar tahun 1900-an, sekelompok pengelana dari Brangwetan, wilayah yang sekarang dikenal sebagai Jogjakarta, singgah di kawasan ini. Mereka memutuskan untuk menetap, mengolah hasil hutan, dan membuka lahan untuk bertani.

Peradaban sederhana mulai terbentuk dengan adanya kegiatan gotong royong untuk membuka jalan akses. Masyarakat menyadari pentingnya memiliki pemimpin yang dapat menaungi dan memandu mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sosok yang dipilih adalah Mbah Dul Rahman, seorang tokoh yang sangat dihormati dan berjasa besar bagi komunitas. Oleh masyarakat, beliau dikenal dengan nama "Mbah Kriya Wana."

Nama "Wanakriya" sendiri dipilih melalui musyawarah mufakat masyarakat. Nama ini merupakan bentuk penghormatan kepada Mbah Kriya Wana sebagai pendiri sekaligus pemimpin pertama dusun ini. "Wanakriya" berarti "karya di tengah hutan," mencerminkan perjuangan awal masyarakat dalam membangun kehidupan di tengah alam yang keras.

Silsilah Kepemimpinan Dusun Wanakriya

Kepemimpinan Dusun Wanakriya telah berganti sebanyak enam kali sejak pendirinya. Berikut adalah daftar para pemimpin yang telah berjasa memimpin dusun ini:

  1. Mbah Dul Rahman (Mbah Kriya Wana) - Pemimpin pertama yang dihormati sebagai pendiri dusun.
  2. Karto Dikromo (memimpin selama 20 tahun)
  3. Dibyo Sumarto (memimpin selama 7 tahun)
  4. Kartorejo (memimpin selama 10 tahun)
  5. Narto Diharjo  Ayah dari bapak supriyono (memimpin selama 36 tahun, masa terlama dalam sejarah dusun)
  6. Pradikjo (memimpin selama 8 tahun)
  7. Supriyono (memimpin sejak 1999 hingga 2024) 25 tahun

Para pemimpin ini tidak hanya menjaga kestabilan dusun, tetapi juga membawa perubahan dan kemajuan bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Supriyono, dusun ini terus berkembang meski menghadapi berbagai tantangan geografis dan sosial.

Letak Geografis dan Perbatasan

Dusun Wanakriya memiliki letak strategis namun terpencil, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

  • Utara: Kelurahan Bowongso
  • Selatan: Desa Tegalombo

Kondisi geografis yang berada di ketinggian membuat dusun ini memiliki udara sejuk dan pemandangan yang indah, namun akses menuju dusun menjadi salah satu tantangan besar bagi warganya. Berkat upaya gotong royong masyarakat, akses jalan kini mulai membaik, meski tetap membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.

Penutup

Sejarah Dusun Wanakriya adalah cerminan semangat, kerja keras, dan kebersamaan masyarakatnya. Dari hutan belantara menjadi sebuah komunitas yang solid, dusun ini menyimpan banyak kisah inspiratif yang patut dikenang dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Dengan mengenang jasa para pemimpin dan pendiri dusun, masyarakat Dusun Wanakriya dapat terus membangun dan mengembangkan wilayahnya. Harapannya, Dusun Wanakriya akan menjadi tempat yang lebih maju tanpa melupakan akar sejarahnya yang kaya akan nilai-nilai luhur.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Legenda dusun wanakriya

Wonokriyo kembaran kalikajar

Perang Iran vs Amerika dan Israel